Tema Khutbah Idul Fitri Adalah Silaturahmi Kepada Kedua Orang Tua Dan Kerabat Serta Saling Memaafkan Berlangsung Di Masjid Babussalam Jl Barukang Utara Kel Cambaya Kec Ujung Tanah Makassar Pada Senin 31- 03- 2025/ 1446 H.
realitasnews.net-- -- Makassar, -- -- H. Amir Tuwo, S.Sos selaku Ketua Umum merangkat pembawa acara Idul Fitri mewakili seluruh panitia dan semua pihak serta seluruh jamaah yang membantu acara ini mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan yang menyertai seluruh rangkaian acara shalat Idul Fitri 1446 H/ 2025 ini.
Adapun tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri yaitu terdiri dari dua rakaat, rakaat pertama terdiri dari tujuh kali takbir ( selain takbir ihram ), rakaat kedua terdiri dari lima kali takbir ( selain takbir bangkit dari sujud ) dan disela-sela takbir hendaknya membaca " Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illalahu Wallahu Akbar.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan harapan selalu tertanam dalam hati kita agar kita semua mendapatkan syafaatnya kelak di yaumul qiyamah," Amin Yaa Rabbal Alamin.
Beliau menyampaikan, bahwa Pagi ini kita berkumpul di tempat yang penuh berkah untuk menyambut datangnya bulan Syawal. Kita telah melepas kepergian Ramadhan bulan yang mulia, bulan kebaikan, bulan yang penuh berkah, bulan taubat dan bulan berbagai macam ketaatan amal shaleh. Marilah kita tetap istiqamah berbuah baik dan taat kepada Allah SWT.
Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar umat Islam di seluruh dunia, dengan hari Lebaran menjadi hari yang sakral bagi umat Islam, karena pada hari ini banyak saudara sesama Muslim saling bersilaturrahmi mengunjungi rumah dan saling memaafkan.
Jika kita masih memiliki kedua orang tua, hormati, muliakan dan kunjungilah rumahnya, karena dari merekalah kita lahir ke dunia dan hidup hingga saat ini. Mereka merupakan sosok yang berjasa bagi hidup kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan yang kita raih saat ini merupakan hasil dari jerih payah dan doa dari ke dua orang tua kita," ucapnya.
Olehnya itu, perintah maaf kepada keduanya jika salah, karena doa mereka bagi anak-anaknya merupakan jimat yang sakral dan lebih mustajab. Karena sesungguhnya Allah SWT tergantung kepada Ridho kedua orang tuanya.
Maka dari itu terlebih dahulu kita kunjungi kedua orang tua kita kalau masih hidup untuk meminta maaf, kalau sudah meninggal dunia kita kunjungi untuk menziarahi kepemakamannya dengan mengirimkan doa surah Al-fatihah atau doa-doa lainnya," tutupnya. ( Lis rn ).
0 Komentar